Tanah Grogot- Terminal KM 7 di Jalan Kesuma Bangsa, Desa Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, kini menjadi sorotan akibat kondisi yang semakin memprihatinkan. Terminal tipe B yang dibangun pada 2014 ini awalnya diharapkan menjadi pengganti terminal lama di KM 4 yang lebih strategis. Namun, setelah hampir satu dekade beroperasi, terminal ini justru mengalami penurunan fungsi dan kerusakan fasilitas yang tak kunjung diperbaiki.
Bagi para sopir angkutan umum dan penumpang yang bergantung pada terminal ini, kondisi tersebut sangat disayangkan. Minimnya perhatian dari pemerintah setempat membuat Terminal KM 7 seolah terlupakan, padahal ia seharusnya menjadi simpul transportasi yang vital bagi warga Paser.
Keluhan Sopir: Pendapatan Menurun, Fasilitas Tak Memadai
Trunojoyo (64), seorang sopir angkutan umum yang telah 30 tahun melayani rute Penajam–Tanah Grogot, mengeluhkan penurunan pendapatan hingga 60% dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, persaingan dengan transportasi daring dan buruknya fasilitas terminal menjadi penyebab utama merosotnya jumlah penumpang.
“Kalau dulu di terminal KM 4 fasilitasnya jauh lebih lengkap, ruang tunggu nyaman, tapi di sini seadanya,” ujarnya.
Ia meyakini bahwa perbaikan fasilitas terminal dapat meningkatkan kenyamanan penumpang dan menarik lebih banyak pengguna. “Kalau fasilitas bagus, orang pasti lebih nyaman menunggu. Sekarang kan banyak yang ogah karena terminalnya tidak terurus,” tambah Joyo.
Penumpang Kritik Tata Letak dan Kekurangan Fasilitas
Eddie Pattimahu (76), warga Tanah Grogot yang telah tinggal sejak 1953, juga menyayangkan kondisi Terminal KM 7. Menurutnya, lokasi terminal yang terlalu dekat dengan jalan raya membuatnya kurang strategis dan sempit.

“Ini terlalu dekat dengan jalan utama, bus besar sulit berputar. Harusnya ada ruang lebih lebar,” ujar Eddie.
Ia juga menyoroti minimnya fasilitas pendukung seperti gazebo dan tempat duduk yang nyaman bagi penumpang. “Atapnya sudah bolong-bolong, kursi banyak yang rusak. Kalau bisa diperbaiki, kan penumpang juga lebih betah,” tambahnya.
Harapan Perbaikan dari Pemerintah
Kondisi Terminal KM 7 Tepian Batang hanyalah satu dari banyak contoh fasilitas publik yang terbengkalai. Padahal, terminal merupakan gerbang mobilitas warga yang seharusnya mendapat perhatian serius.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memperbaiki situasi ini antara lain:
-
Revitalisasi Fasilitas – Perbaikan ruang tunggu, penambahan kursi, atap, dan toilet yang layak.
-
Penataan Ulang Tata Letak – Memperluas area terminal agar kendaraan besar seperti bus dapat bermanuver dengan mudah.
-
Peningkatan Keamanan dan Kebersihan – Penambahan petugas kebersihan dan keamanan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman.
-
Koordinasi dengan Operator Angkutan – Memastikan terminal digunakan secara optimal dan tidak ditinggalkan oleh armada transportasi.
Jika tidak ada intervensi serius, bukan tidak mungkin Terminal KM 7 akan semakin sepi dan akhirnya mangkrak. Padahal, dengan perbaikan yang tepat, terminal ini bisa kembali menjadi pusat transportasi yang efisien dan nyaman bagi masyarakat Paser.
Nasib Terminal KM 7 Tepian Batang mencerminkan betapa pentingnya perhatian pemerintah terhadap fasilitas publik. Tanpa pembenahan, terminal ini hanya akan menjadi simbol ketidakpedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Sudah saatnya pemerintah setempat mengambil langkah nyata sebelum terminal ini benar-benar terlupakan.
















