Tanah Grogot- TPA Janju di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, saat ini berada dalam kondisi kritis. Sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) induk di Paser, lokasi ini setiap hari menerima sekitar 60 ton sampah dari berbagai wilayah. Namun, kapasitasnya kini sudah hampir tidak mampu menampung volume sampah yang terus bertambah.
Dua landfill (lahan urug) yang tersedia di TPA Janju masing-masing seluas satu hektare. Satu landfill sudah non-aktif karena penuh, sementara landfill kedua yang masih beroperasi kini dalam kondisi hampir overload dengan tumpukan sampah yang sangat tinggi.
Dampak Lingkungan dan Kesehatan
Kondisi TPA yang overload tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat sekitar. Bau tidak sedap, pencemaran air tanah, serta risiko kebakaran sampah menjadi ancaman serius jika tidak segera ditangani.
Selain itu, metode pengelolaan sampah dengan sistem landfill konvensional—yaitu sampah ditimbun, diratakan, dipadatkan dengan alat berat, lalu ditutup tanah—sudah tidak lagi efektif untuk menangani volume sampah yang terus meningkat.
Solusi Jangka Panjang Pembangunan TPST
Menyadari urgensi ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser berencana membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan TPA Janju. Menurut Solikin, petugas TPA Janju, TPST akan mengubah cara pengelolaan sampah secara total.

Baca Juga: Kadiv P3H Angkat Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual dalam Podcast Rutan Tanah Grogot
“Semua sampah, baik organik maupun non-organik, akan diolah di TPST. Nantinya tidak ada lagi sampah yang langsung dibuang ke landfill,” jelasnya.
TPST akan menerapkan sistem pengolahan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan. Prosesnya meliputi:
-
Pemilahan Otomatis – Sampah akan dicacah dan dipilah secara otomatis menjadi organik dan non-organik.
-
Pengolahan Sampah Organik – Sampah organik bisa dijadikan kompos atau biogas.
-
Daur Ulang Non-Organik – Sampah plastik, logam, dan kertas akan didaur ulang.
-
Residu Minimal – Hanya sisa yang benar-benar tidak bisa diolah yang akan dibuang ke landfill, sehingga memperpanjang usia TPA.
Pembangunan Segera Dimulai
Solikin menyebutkan bahwa pembangunan TPST akan segera dimulai dalam waktu dekat. “Ini solusi jangka panjang untuk mengurangi beban TPA sekaligus mendukung ekonomi sirkular,” ujarnya.
Masyarakat Paser berharap pembangunan TPST bisa meminimalisir polusi dan meningkatkan pengelolaan sampah berkelanjutan. Jika berhasil, model serupa bisa diterapkan di wilayah lain di Kalimantan Timur yang juga menghadapi masalah serupa.
Overload-nya TPA Janju adalah alarm bagi Pemkab Paser untuk segera bertindak. Pembangunan TPST menjadi langkah strategis untuk mengubah sampah dari masalah menjadi sumber daya. Namun, kesuksesannya juga bergantung pada kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah dan mendukung program daur ulang.
















