Tanah Grogot – DPMPTSP Balikpapan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan terus berupaya mendorong iklim investasi yang kondusif.
Salah satunya dengan menggelar Forum Group Discussion (FGD) di Hotel Horison Balikpapan, Selasa (9/9/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan peta potensi daerah yang berfungsi sebagai panduan sekaligus promosi peluang investasi.
Peta ini nantinya akan menjadi acuan investor untuk menilai sektor mana yang paling layak dikembangkan.
“Jadi bukan hanya potensi yang memang sudah ada, tapi juga peluang baru yang bisa kita kembangkan dan tawarkan ke investor,” ujar, Koordinator Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Balikpapan, Revi Citrawaty.
Acara FGD dibuka oleh Kepala DPMPTSP Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi. Hadir pula dua narasumber utama, yakni perwakilan dari Bappeda Balikpapan serta konsultan penyusun kajian peta potensi.
Tak ayal, FGD melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga kecamatan untuk menyampaikan potensi wilayahnya masing-masing.
Baca Juga : Polda Kaltim Peringati Maulid Nabi, Kapolda Ajak Anggota Teladani Akhlak Rasulullah

Mulai dari sektor pariwisata, perkebunan, hingga kawasan pengembangan industri. Setiap masukan akan menjadi bahan kajian konsultan sebelum dipetakan secara rinci.
Hasil diskusi terkait peluang dan potensi investasi tersebut, kata Revy, nantinya akan dikaji lebih dalam oleh para konsultan. Mulai dari melakukan visitasi hingga meninjau langsung potensi yang layak dikembangkan lebih dalam dari peluang tersebut.
Termasuk juga, menghitung estimasi balik modal, proyeksi keuntungan bagi investor, serta memastikan legalitas lahan bebas dari sengketa.
Dengan begitu, investor bisa lebih yakin sebelum menanamkan modalnya di Balikpapan.
“Jadi, investor bisa lebih yakin sebelum menanamkan modalnya di Balikpapan. Tapi semua ide kita tampung dulu, lalu dicatat detail lokasinya. Dari situ, kita targetkan bisa mendapatkan minimal lima potensi unggulan,” pungkasnya.
diskusi terkait peluang dan potensi investasi tersebut, kata Revy, nantinya akan dikaji lebih dalam oleh para konsultan. Mulai dari melakukan visitasi hingga meninjau langsung potensi yang layak dikembangkan lebih dalam dari peluang tersebut.
FGD melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga kecamatan untuk menyampaikan potensi wilayahnya masing-masing.
















