Tanah Grogot- Paduan Suara Peda KTNA Paser tampil memukau dengan membawakan lagu wajib daerah Kutai Barat berjudul “Tonau” pada Selasa (24/6/2025) malam. Siswa-siswi SMAN 1 Tanah Grogot, Kabupaten Paser, membawa kebanggaan daerah mereka dalam ajang Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA) Kalimantan Timur ke-XI yang digelar di Kutai Barat.
Lagu “Tonau” yang berarti “mudik” atau “pulang ke hulu sungai” dalam bahasa Dayak Tunjung, menjadi salah satu syarat yang harus dinyanyikan oleh setiap kontingen paduan suara dalam acara ini. Keberhasilan siswa Paser dalam membawakan lagu daerah Kutai Barat ini pun menjadi bukti kekayaan budaya dan semangat kolaborasi antar-daerah di Kalimantan Timur.
Paduan Suara Kebanggaan Membawakan Lagu Daerah Lain
Yuli Hairiyah, pembina Paduan Suara Peda KTNA Paser, mengungkapkan kebanggaannya melihat anak didiknya mampu menghayati dan menyanyikan lagu “Tonau” dengan penuh penghayatan.
“Lagu ‘Tonau’ adalah lagu wajib yang harus dibawakan setiap peserta. Kami sangat bangga karena meskipun berasal dari Paser, putri-putri kami bisa menyanyikan lagu daerah Kutai Barat dengan baik dan penuh penghayatan,” ujar Yuli kepada Korankaltim.com, Rabu (25/6/2025).

Baca Juga: Pendaki Brasil Tewas di Kedalaman 600 Meter Gunung Rinjani
Paduan suara ini terdiri dari Yuli Hairiyah sebagai dirigen, Marvel Kevin Frery Tambaani sebagai pemain keyboard, serta sembilan vokalis berbakat:
-
Salwa Ainaya Dira Suyanto
-
Diva Ananda Safitri
-
Cecilia Calista Siagian
-
Arzheti Fadillah Mumtazah
-
Khaila Nur Atikah Abdullah
-
Stefania Fidelia Charissa
-
Ririn Wulandari
-
Deby Grace Angel
-
Oktaviani Kezia Epifani
Dalam penampilannya, kelompok paduan suara ini membawakan tiga lagu dengan urutan:
-
Mars KTNA – sebagai pembuka yang penuh semangat.
-
“Tonau” – lagu wajib dari Kutai Barat yang sarat makna budaya.
-
“Olo Manin Aso Buen Siolondo” – lagu daerah Paser yang berarti “Hari Esok Harus Lebih Baik dari Hari Ini”.
“Kami sengaja memilih ‘Olo Manin Aso Buen Siolondo’ karena itu adalah motto Kabupaten Paser. Lagu ini menggambarkan semangat untuk terus berbenah dan berharap masa depan lebih baik,” jelas Yuli.
Latihan Intensif Tiga Minggu, Tantangan dan Motivasi
Dengan waktu persiapan yang singkat, yakni hanya tiga minggu, tim ini harus bekerja keras agar tampil maksimal. Yuli mengakui bahwa motivasi ekstra diperlukan agar para siswa percaya diri di atas panggung.
“Latihan hanya tiga minggu, tentu persiapannya cukup singkat. Kami terus memberi motivasi agar anak-anak bisa tampil percaya diri dan menghayati setiap lagu yang mereka bawakan,” ujarnya.
Selain sebagai ajang seni, keikutsertaan pelajar dalam Peda KTNA ini diharapkan dapat menumbuhkan minat mereka terhadap dunia pertanian dan perikanan. Yuli berharap, pengalaman ini bisa menginspirasi mereka untuk menjadi petani milenial yang mampu memajukan sektor pertanian dan kelautan di Paser.
“Semoga dengan terlibat dalam kegiatan KTNA, anak-anak bisa tertarik untuk terjun ke dunia pertanian modern. Kami berharap mereka kelak bisa menjadi petani milenial yang membawa kemajuan untuk Paser,” tutup Yuli.
Penampilan Paduan Suara Peda KTNA Paser di Kutai Barat bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan juga bukti bahwa generasi muda mampu menjembatani budaya antar-daerah. Dengan semangat “Olo Manin Aso Buen Siolondo”, mereka membawa pesan optimisme bahwa hari esok memang harus lebih baik—baik dalam seni, pertanian, maupun persatuan budaya Kalimantan Timur.
















